Rangkaian Kabar Otomotif Terupdate

Jumat, 16 Desember 2016

Inilah Dampak Buruk Tidak Menggunakan Muffler Untuk Kendaraan Toyota




Setiap kendaraan selalu menggunakan muffler yang bertujuan untuk meredam keluaran suara yang dihasilkan mesin mobil Toyota Anda. Dirancang sedemikian rupa, sehingga membuat muffler ini mampu membatalkan gelombang suara dengan memanfaatkan hukum destructive interference.

Di mana gelombang suara yang dihasilkan mesin mobil saling dipantulkan di dalam muffler, sehingga frekuensi nya bisa saling melengkapi dan kemudian menghasilkan gelombang nol yang aman diterima gendang telinga.

Namun, jika ngobrolin muffler versi aftermarket, selera juga menentukan dalam memilih. Dari bahan baku, stainless steel paling umum digunakan untuk spek harian. Sedangkan titanium biasa dipakai balap karena faktor bobotnya yang lebih enteng. “Muffler titanium bisa saja dipakai buat harian, tapi konsekuensinya suara knalpot lebih berisik,” ujar Rudy, punggawa bengkel GR 1 Racing.

Namun pada perkembangannya, fungsi muffler pun meluas. Tak hanya sebagai peredam, kehadiran muffler juga berpengaruh pada performa mesin, tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar, emisi gas buang hingga aspek tampilan. Penggantian muffler standar dengan versi aftermarket bisa jadi solusi jitu mendongkrak performa dan penampilan.

Muffler diinstal dalam sistem pembuangan dari kebanyakan mesin pembakaran internal, meskipun knalpot tidak dirancang untuk melayani fungsi knalpot utama. Muffler ini direkayasa sebagai perangkat keras akustik dirancang untuk mengurangi kenyaringan dari tekanan suara yang dibuat oleh mesin.

Muffler yang baik harus dapat mengalirkan debit gas buang secara optimum namun mampu meredam Presure Wave dengan optimum. Aliran gas buang dan Pressure Wave adalah hal yang berbeda. Dimana aliran gas buang memiliki Debit/Flow yang harus selancar mungkin terbuang ke atmosphere, sedangkan pressure wave adalah gelombang tekanan yang mana bila berbenturan langsung dengan atmoshpere akan menimbulkan suara tumburan yang keras, inilah yang menghasilkan suara pekak.

Desain saluran pembuangan dirancang untuk menyalurkan gas hasil pembakaran mesin ketempat yang aman bagi pengguna mesin. Gas hasil pembakaran umumnya panas, untuk itu saluran pembuangan harus tahan panas dan cepat melepaskan panas. Saluran pembuangan tidak boleh melewati atau berdekatan dengan material yang mudah terbakar atau mudah rusak karena panas. Meskipun tampak sederhana, desain sistem pembuangan cukup berpengaruh terhadap performa mesin.

Lalu, dampak apa yang akan diberikan jika muffler ini dilepas? Ternyata, bila muffler dilepas maka suara dari mesin akan secara bebas keluar dari sistem knalpot. Suara bising yang dapat memekakkan telinga dapat terjadi.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena melepas muffler ini tidak akan menurunkan performa mobil Toyota Anda. Akan tetapi, gelombang suara yang besar bisa menyebabkan getaran. Tentunya, getaran ini bisa mengurangi kenyamanan Anda dalam berkendara.

Kini, dengan semakin berkembangnya zaman membuat desain muffler semakin beragam. Karena desain dalam dari muffler ini yang menyerupai labirin, maka gas buang yang berusaha keluar menjadi sedikit terhambat dan menciptakan tekanan balik yang bisa mempengaruhi performa mesin.

Karena alasan inilah, kini muffler telah dirancang agar aliran gas buang menjadi lebih bebas keluar. Namun, tetap menyerap keluarnya suara yang dihasilkan mesin hingga aman diterima oleh gendang telinga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar