Cuaca sering kali menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan, tak terkecuali hujan yang menyebabkan jalan licin dan tergenang, sehingga membahayakan saat berkendara.
Mengendarai mobil tak bisa sembarangan, baik di waktu pagi, siang, hingga malam hari. Terlebih, dalam kondisi cuaca tertentu. Banyak faktor yang harus diperhatikan, agar Anda bisa berkendara secara aman dan nyaman.
Fenomena alam atau cuaca menjadi hal yang tak bisa ditebak akhir-akhir ini. Pemanasan global dituding menjadi salah satu penyebab mengapa cuaca kini kerap kali sulit ditebak. Perubahan cuaca yang tak menentu, tetap berimbas pada kondisi kendaraan dan juga cara mengemudi seseorang. Tak seperti di negara-negara empat musim, Indonesia yang beriklim tropis hanya mengenal dua musim saja. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips berkendara aman di musim panas dan hujan.
Indonesia mulai diguyur hujan di bulan–bulan penghujung akhir tahun ini. Curah hujan yang kembali meningkat tentunya harus membuat pengendara lebih waspada saat berkendara di kondisi jalanan yang tergenang air.
Aktivitas Anda tentunya tidak dapat dihentikan hanya dengan air surut atau banjir yang menggenang. Oleh karena ini agar mobilitas tetap berjalan tanpa gangguan berarti,beberapa hal harus Anda perhatikan dalam berkendara di musim hujan. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda gunakan saat berkendara di bwah guyuran hujan.
Kondisi fisik kendaraan patut diperiksa sebelum Anda mengemudi. Namun, di saat memasuki musim penghujan, kondisi ban memegang peranan yang sangat penting. Selain melakukan pengecekan tekanan ban, periksa juga kedalaman tapak ban. Hal ini untuk melindungi Anda dari tergelincir atau slip pada saat melewati genangan air.
Tips yang pertama adalah selalu memantau kondisi jalan. Anda dapat melihat berita televisi atau siaran radio untuk menghindari bepergian ke tempat-tempat yang rawan banjir jika memang bukan hal yang mendesak.
Tips yang berikutnya adalah lebih berhati–hati dalam berkendara dengan mengurangi kecepatan mobil Anda saat berkendara di bawah guyuran hujan. Jalanan yang basah tentunya berbeda saat kondisi cerah, oleh karena itu Anda wajib mengemudi pada kecepatan yang disesuaikan dengan kondisi jarak pandang dan lingkungan sekitar.
Berikutnya Anda wajib perhatikan jarak aman pengereman. Perlu Anda ketahui bahwa proses pengereman saat kondisi hujan membutuhkan jarak yang lebih panjang dari pada saat kondisi kering. Anda harus memberikan jarak yang lebih jauh dari biasanya.
Tips yang berikutnya adalah hidupkan lampu day time (lampu kecil) saat berkendara di bawah hujan. Biasanya pengemudi mobil menggunakan lampu hazards saat kondisi hujan yang masa sebenarnya salah untuk dilakukan. Bukan membantu visibilitas, lampu hazard malah dapat menjadi mengganggu pandangan pengemudi lainnya, apalagi saat hujan. Nyalakan lampu utama meskipun siang hari dan hujan rintik-rintik karena membantu pengendara lain melihat kendaraan anda.
Jika mobil Anda sudah terlanjur terjebak dalam banjir. Anda lebih baik matikan mesin mobil, cabut accu, dorong mobil ke tempat yang aman. Jika evakuasi tidak dapat dilakukan saat banjir, Anda dapat menggambil langkah cepat dengan tutup ujung knalpot, cabut accu, dongkrak mobil dan ganjal dengan jack stand.
Setelah banjir, jangan langsung menyalakan mobil. Anda lebih baik periksa saringan udara, perlengkapan kelistrikan, oli, hingga pengapian. Jika masih ragu, lebih baik Anda hubungi teknisi atau asuransi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar