Rangkaian Kabar Otomotif Terupdate

Rabu, 08 Februari 2017

Trik Mengemudi Aman di Jalan Menurun




Mengendarai mobil membutuhkan konsentrasi yang fokus serta memahami teknik-teknik tertentu. Beberapa orang menganggap siapa saja bisa mengendarai mobil asal tahu posisi pedal gas, rem, tuas transmisi dan bagaimana memposisikan kemudi.

Namun, sebagai pengemudi yang harus bertanggung jawab atas nyawa sendiri serta para penumpang, tentu saja teknik-teknik mengemudi tertentu harus Anda kuasai agar keselamatan terjamin. Salah satunya adalah mengemudi di jalan menurun.

Beberapa insiden mobil meluncur bebas seringkali terjadi di jalan menurun. Insiden semacam itu biasanya disebabkan karena kelalaian pengemudi. Mengemudi di jalan menurun tidak sama dengan mengemudi di jalan datar.

Posisi gigi terbaik yang bisa digunakan ketika melewati jalan menurun adalah gigi paling rendah bagi transmisi manual. Pada gigi terendah, kecepatan mobil lebih mudah dikontrol. Rem juga tidak perlu ditekan terus-menerus lantaran pengereman terbantu oleh rem mesin.

Bagaimana dengan mobil transmisi otomatis? Teknik mengemudi di jalan menurun bagi transmisi manual maupun otomatis tidak terlalu berbeda. Bagi transmisi otomatis, pastikan tuas transmisi berada di posisi 2 agar pengereman mesin bekerja maksimal.

Jika jalan turun dengan curam, segera pindahkan tuas ke posisi L. Banyak pengemudi yang salah memindahkan transmisi ke posisi netral atau N ketika jalan menurun curam. Beberapa mengatakan bahwa teknik demikian bisa membuat mobil irit bahan bakar.

Sayangnya, teknik tersebut justru salah. Gigi mobil dalam posisi netral tidak memberikan efek pengereman yang bagus dan jalannya mobil hanya mengandalkan rem. Hal ini membuat pengemudi kesulitan mengontrol mobilnya.

Disarankan bunyikan klakson di tikungan berbahaya Di beberapa titik di jalan pegunungan, anda hanya dibatasi dinding batu di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Lingkungan jalan seperti ini lebih ekstrim lagi saat di tikungan tajam. Bunyikan klakson pendek 2 atau 3 kali saat akan melewati tikungan tajam untuk mengingatkan jika ada mobil lain dari arah depan agar mengetahui keberadaan anda dan mengurangi kecepatan.

Pada umumnya jalan di pegunungan relatif sempit dan tidak pisahkan oleh pembatas fisik. Anda mungkin akan kesulitan untuk menyalip mobil di depan saat melewati jalan berkelok kelok. Jika mobil di depan anda terlalu lambat, anda harus bersabar untuk menunggu jalan lurus dan aman untuk menyalip. Pada dasarnya pengemudi lain tidak ingin menghalangi anda, tetapi ia mungkin butuh memilih momen yang tepat untuk memberikan jalan kepada anda. 

Jangan memaksa menyalip di tikungan atau mengintimidasi dengan terus menyalakan lampu sorot atau terus membunyikan klakson. Hal ini selain tidak etis dapat membuat pengemudi di depan anda menjadi gugup atau menjadi emosi sehingga merugikan anda sendiri. Beberapa  trik menyetir mobil dijalanan turunan yang dijelaskan diatas bisa dijadikan acuan untuk tetap aman saat berkendara. 

Menyetir mobil dalam jalanan turunan seringkali membuat orang takut bahkan menjadi uji nyali yang perlu dicoba. Jadi, sebagai seorang traveller anda harus belajar untuk menyetir mobil dijalanan turunan. Perhatikan lebar jalanan serta arus simpang ketika satu jalan tersebut dilalui dua kendaraan secara bersamaan. Jadi, konsentrasi menjadi kunci utama dalam menytir dijalanan menurun. Untuk itu terapkan tips diatas untuk menantang diri dan melatih keberanian anda denga menyetir d medan turunan.

Rem justru akan cepat panas jika mobil terus dipakai dalam posisi netral. Saat rem panas dalam waktu lama, maka rem bisa blong. Hal itu pun memicu insiden yang tak diinginkan.

Jika hal seperti itu terjadi, Anda harus tetap tenang dan tidak panik. Kebanyakan insiden justru terjadi ketika pengemudi panik hingga konsentrasinya hilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar