Rangkaian Kabar Otomotif Terupdate

Rabu, 10 Mei 2017

Beberapa Hal yang Dapat Merusak Kondisi Velg Mobil




Velg mobil memiliki beberapa musuh di jalanan, hal ini  biasanya sering kita temui di jalanan yang kita lewati sehari–hari. Nah bagi Anda yang sering mengemudikan mobil di jalanan perkotaan dengan  kondisi infrastruktur yang kurang baik, ada baiknya Anda mewaspadai dan mengantisipasi beberapa hal yang dapat membuat velg mobil Anda menjadi rusak. Misalnya, retak, pecah, sobek, atau tidak presisi, atau tergores. Kendati tak langsung bersentuhan dengan lintasan atau aspal karena dibalut ban, pelek juga bisa rusak.

Bila itu yang terjadi maka pelek tidak berfungsi dengan baik, bahkan bisa membahayakan dan berakibat celaka. Solusinya adalah mengganti atau mereparasi. Namun tidak semua perbaikan mampu mengembalikan pelek ke kondisi semula dan balance.

”Masalahnya, kalau sudah rusak, velg mobil susah kembali lagi seperti semula. Bisa direparasi, tapi kekuatannya tak akan seperti dulu,” kata Sidharta, mekanik Jaya Mulia Ban di Jati Makmur, Bekasi, (21/9/2016).

Selain itu Anda harus berhati–hati dengan jalanan karena velg yang sudah diperbaiki karena kerusakan yang dialamu kemungkinan besar tidak lagi imbang (balance). Kondisi ini dapat dilihat ketika  velg mulai di-treatment balancing.

Perbaikan atau penggantian biasanya membuat pemilik harus merogoh kocek lebih dalam. Alangkah bijak jika kita melakukan beberapa pencegahan dan memperhatikan beberapa hal yang bisa membuat pelek rusak.

Berikut ini adalah hal–hal di jalanan yang wajib dihindari agar velg jadi lebih awet.  Masalah yang pertama adalah lubang. Biasanya lubang banyak ditemui di kota-kota besar. Velg  biasanya tidak awet lama karena seringnya menghajar lubang di jalanan, Oleh karena itu Anda wajib berhati – hati saat berkendara terutama pada saat musim hujan. 

Yang berikutnya adalah gundukan. Hampir sama dengan lubang jika diterjang dalam kecepatan tinggi. Biasanya dijalanan terkadang ada sisa-sisa semen dari perbaikan jalan, atau, jalan retak yang menyembul ke atas. Benturan keras pada velg dapat terjadi saat melewatinya. Tumbukan keras akan terjadi dan dapat dipastikan membuat velg bengkok atau peyang. Biasanya di bagian bibir, baik sisi luar maupun dalam.

Mengerem (hard braking) saat menghajar lubang karena melaju terlalu cepat, juga sering membuat velg pecah ataupun bengkok, terutama ban depan. Itu disebabkan titik berat saat mengerem bertumpu di ban depan, lalu menghantam lubang di permukaan yang agak tajam. Kondisi terparah, ban bisa pecah dan benjol di bagian dinding (side wall)

Yang berikutnya adalah pembatas jalan/ trotoar. Anda wajib perhatikan batas maksimal sisi samping ban. Jangan sampai velg tergores trotoar.

Selain itu ban juga wajib jadi perhatian. Profil ban yang tak sesuai tak akan dapat secara maksimal lindungi velg dari benturan. Ban yang terlalu tipis saat mengganti velg dengan ukuran lebih besar adalah contohnya.

Yang terakhir yang perlu diperhatikan adalah tekanan udara. Jangan sampai ban kekurangan angin karena ini sama saja seperti Anda menggunakan velg dengan profil tipis. Hal ini membuat kemungkinan velg terbentur benda keras seperti lubang atau gundukan akan semakin besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar