Rangkaian Kabar Otomotif Terupdate

Rabu, 31 Mei 2017

Cek Komponen Berikut Jika Mobil Anda Terendam Banjir


Saat hujan geras mulai mengguyur, tak jarang banjir melenda berbagai wilayah hingga ketinggian airnya mencapai lutut. Kendaraan roda dua dan roda empat pun mau tak mau harus rela menerjang banjir.

Air banjir tentunya bukan air yang bersih, jadi bisa dipastikan mobil akan mengalami masalah teknis juga sudah terendam dalam air banjir. Bagian mobil yang akan terkena imbasnya adalah ECU atau Engine Control Unit. ECU bisa juga disebut otak mobil karena berfungsi mengendalikan berbagai hal penting seperti jumlah injeksi dan waktu pengapian.

Mobil yang terendam banjir pasti ECU nya terendam pula. Letak ECU adalah di dalam kap, persis di atas ban. Jadi, sebaiknya segera lakukan pengecekan pada sistem ECU agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Selain ECU, sistem kelistrikan juga bisa jadi sasaran banjir. Jika filter udara terkana air lalu basah, jangan menyalakan mobil karena filter air yang basah merupakan patokan kelistrikan mobil.

Untuk masalah kelistrikan mobil, karena bagian ini cukup membahayakan jika tidak ditangani oleh ahli, sebaiknya bawa mobil ke bengkel. Di bengkel akan dilakukan berbagai tahapan mulai dari pengecekan dan penggantian komponen jika memang dibutuhkan.

Biasanya, setelah mengecek ECU, modul power steering dan ABS juga akan diperiksa dan diperbaiki untuk menghindari kerusakan mobil di bagian lainnya. Setelah kering, aki baru akan dipasang lalu dicoba untuk dinyalakan. Selain komponen diatas ada juga komponen mobil yang musti diperhatikan juga.

Pertama, Motor starter adalah komponen yang berfungsi memutarkan  mesin saat kunci kontak di-starter. Di kondisi normal, motor starter umumnya harus diganti setelah kurang lebih 4 tahun. Pada mobil yang pernah terkena banjir, kerusakan dapat terjadi lebih cepat. Jika mengalami kerusakan akibat terendam banjir maka saat mesin di-starter hanya bunyi sekali tetapi mesin tidak berputar. Kejadian ini dapat ditangani dengan membongkar dan membersihkan bagian dalam motor starter. Kalau ditemukan kerusakan, segera ganti komponen yang rusak.

Kedua, Alternator atau dinamo ampere merupakan komponen yang berfungsi mengisi baterai saat mesin sedang hidup. Pada kondisi normal, indikator baterai akan mati pada saat mesin dihidupkan. Kerusakan akibat banjir pada komponen ini akan menyebabkan gambar baterai pada dashboard terus menyala saat mesin dinyalakan. Solusinya, bongkar komponen ini untuk mengetahui komponen apa saja yang rusak, sebelum dilakukan penggantian. Akan lebih baik dan aman mengganti komponen yang baru satu assy apabila komponen dalam alternatornya banyak yang rusak.

Ketiga, Motor fan memiliki fungsi memutar kipas pendingin radiator ketika suhu mesin telah mencapai suhu 80-90 derajat celcius. Banjir dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen ini sehingga suhu mesin menjadi terlalu panas (over heating) bahkan mesin mobil bisa mati dengan sendirinya. Untuk mengantisipasinya, segera bawa mobil dan lakukan pengecekan di bengkel resmi setelah terendam banjir. Apabila terlihat karat di bagian dalam motor fan, segera ganti komponennya dengan yang baru.

Banjir bisa membawa dampak buruk bagi mobil, jadi apabila memungkinkan, hindari melintasi kawasan yang rawan banjir. Jika mobil terlanjur terjebak banjir dan terendam hingga air mencapai bagian kolong mobil atau lebih, sebaiknya segera bawa mobil ke bengkel untuk mendapatkan perawatan dan perbaikan agar tidak berujung mengalami kerusakan parah. Atau mintalah bantuan mekanik resmi mobil tersebut agar perbaikan atau penggantian komponennya lebih terjamin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar