Beberapa kawasan di kota-kota besar masih sering berjuang melawan banjir di kala musim hujan. Tentu saja banjir mendatangkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan, terutama bagi kendaraan roda dua dan roda empat.
Mobil yang terendam banjir atau sering terjebak banjir terkadang dijual oleh pemiliknya karena berbagai kerusakan yang dialami mobil. Jika mobil hanya terendam banjir sekali, sebaiknya mobil segera di bawa ke bengkel untuk dibersihkan dan diperbaiki.
Tetapi, lain halnya dengan mobil yang berkali-kali terendam banjir. Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan yang sudah parah tidaklah sedikit, karena itu pemilik mobil lebih memilih menjual mobilnya.
Meskipun dijual, mobil yang tidak dalam kondisi prima sebenarnya merugikan pemiliknya lantaran harga jualnya tidak bisa tinggi. Diler juga tidak begitu saja bisa menerima jika kondisinya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Bila kalian punya rencana ingin membeli membeli mobil bekas dalam kondisi cuaca hujan, maka perhatikan dengan teliti kendaraan tersebut bukan bekas terendam banjir.
Mobil bekas terendam banjir juga akan merugikan si pembeli. Biaya perbaikan mobil dapat mencapai ratusan juta rupiah jika komponen-komponen penting mobil mengalami kerusakan. Banyak mobil sisa terendam banjir yang sudah tidak layak jalan tapi dipaksa dijual di diler mobil bekas.
Maka dari itu, bila Anda ingin membeli mobil bekas, ada baiknya waspada dengan harga mobil murah setelah musim hujan. Tawaran yang menggiurkan selalu mengikuti mobil-mobil bekas banjir, padahal kondisi aslinya belum tentu terjamin.
Sebelum membeli mobil bekas dengan harga murah, sebaiknya melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Lihat bagian kolong mobil, pastikan tak ada bagian atau komponen mobil yang berkerat bekas terendam air.
Sayangnya, banyak pembeli yang tidak bisa mengidentifikasi Mobkas “sisa” banjir. Terlebih lagi, hampir pasti mobil-mobil itu sudah masuk salon mobil dan bengkel dulu sebelum dinego.
Untuk meminimalkan risiko salah beli mobil bekas "sisa" rendaman banjir, Fischer menyarankan calon pembeli cermat mencari tempat penjualan yang memberi jaminan keamanan, termasuk untuk urusan terkait banjir, dokumen, dan kondisi kendaraan. Dia pun menegaskan, tempat usahanya memberikan jaminan semacam itu.
Selain tempat memebeli mobigl, calon pembeli pun harus pula memeriksa mobil secara mendetail. Mulai dari cek bodi mobil dari bagiana tengah sampai ke bagian bawah. Hal ini dikarenakan rendaman banjir biasanya meninggalkan bekas garis pada mobil.
Selain itu cek interior mobil. Rendaman banjir akan meninggalkan aroma tidak enak dan kabin kendaraan juga akan terasa lembab. Namun sayangnya, ciri ciri yang satu ini lebih susah untuk diketahui karena rata-rata pemilik kendaraan sudah membersihkan mobil tersebut.
Beberapa masalah yang akan ditemui bila mobil pernah terendam banjir, antara lain mesin dan kerangka yang berkarat, turun mesin, sistem engine control unit (ECU) rusak, dan bau tidak sedap dalam mobil. Kerusakan mesin bisa jadi tidak terlihat saat mobil dibeli, tetapi “penyakit”-nya akan kambuh setelah mobil beberapa kali dipakai.
Di musim hujan, ada baiknya menghindari kawasan yang rawan banjir agar mobil tidak sampai terjebak banjir. Dengan begitu, mobil juga tidak akan mengalami kerusakan parah dan jika ingin menjualnya, harga mobil masih bisa tinggi dan tidak merugikan penjual maupun pembelinya nanti.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar