Mobil Toyota Avanza Tipe G milik Raden Eddie Sumargho ini memang mengalami perubahan yang drastis mulai dari body hingga mesin mobil. Mobil yang awalnya mengusung tema elegan ini, kini berubah menjadi gaya ekstrem. Untuk bagian audio, Argho mengandalkan produk dari Pioneer dari mulai head unit double DIN dan speaker 2-way.
Kemudian, digunakan pula satu unit subwoofer Hertz Energy ukuran 10 inci dipasang, di-seting tersembunyi di kolong. Alasannya karena sudah tidak ada tempat lagi untuk menempatkan part tersebut. “Power dari produk Kenwood yang 4 channel 2 unit dan 1 monoblok,” tuturnya.
Dasar kendaraan dibangun untuk kontes, maka monitor televisi yang dipasang totalnya 70 unit. Paling banyak memang yang ukuran 4.3 inci, lebih kurang 50 unit. Sisanya yang dipasang ukurannya lebih besar.
Untuk meningkatkan penampilan, maka motif airbrush yang ada dikendarannya, diakui ketinggalan zaman. “Grafis seperti ini, memang tren modifikasi 5 tahun ke belakang. Mau tidak mau dipilih, karena tuntutan kontes,” ungkap Argho. Selain bagian bodi, teknik pengecatan airbrush ini sampai juga ke bagian interior.
Setelah itu, berpindah ke bagian mesin. Argho mengakui jika dibalik kap mesin, bukan lagi mesin asli milik Avanza. Argho mengimpor dari Singapura mesin 1.600 cc yang sudah pakai turbo. Meski yang diimpor sudah pakai turbo, Argho berpendapat bahwa masih kurang. Lalu dipilih jalan untuk menggantikan turbo bawaan mobil dengan standar yang dipasang pada Subaru Impreza. Intercooler pakai produk aftermarket berlabel Greedy, selang-selang Samco dan piping custom.
Memiliki teman seorang programmer, Argho tak mau melewatkan kesempatan tersebut. Dari bantuan temannya itu, pengoperasian semua motorized yang dipasang menggunakan software berbasis Android. Langsung bisa diaplikasikan? Sudah barang tentu enggak, beberapa bagian kudu di-custom. “Terutama pada bagian hardware dan itu semua kita yang kerjakan,” tegas Argho.
Dengan aplikasi berbasis Android ini, penonton di kontes modifikasi Black Auto Battle The Park Solo, Jateng dibuat terkagum-kagum. Itu karena Argho mengoperasikan buka tutup pintu, air suspension, buka tutup kap mesin dan lain-lain dari handphone.
Seperti eksterior, menganut konsep minimalis dengan aksen elegan lebih ditonjolkan. Meski begitu, Arfani tidak menyukai pernik aksesori berlebihan. Detil ubahan lebih difokuskan pada modifikasi bagian gril serta bemper depan, serta mengganti emblem Toyota pada backdoor dengan bawaan asli Vellfire agar lebih eyes catching.
Aksesori pendukung juga dipilih komponen yang bisa menunjang utilitas. Seperti memakai HID 6 ribu Kelvin, sebagai pengganti bohlam Halogen bawaan mobil. Menurut Tama, warna cahaya yang dihasilkannya tidak terlalu menyilaukan mata pengendara lain, "Dan masih bisa menembus gelapnya malam meski kondisi hujan," yakin pria ramah ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar