Rangkaian Kabar Otomotif Terupdate

Jumat, 04 Agustus 2017

Ngebet Modifikasi Ala Rally Style Dengan Toyota Calya G 1.2 A/T 2016




Mobil murah atau low cost green car (LCGC) menjadi kendaraan yang menjadi incaran kelas menengah di Indonesia. Mobil jenis ini cukup banyak diminati, termasuk produk dari Toyota Agya.

Alasan utama mengapa rally style sangat terkenal adalah karena dua alasan. Yang pertama karena tidak diperlukan banyak ubahan agar terlihat proper. Lalu alasan yang kedua adalah karena beda dengan racing atau stance, karena pemakaian harian sama sekali tidak terganggu. Karena tergiur, tidak butuh waktu lama bagi Made Prasetya Gunarta untuk mengirim Astra Toyota Calya miliknya ke rumah modifikasi. “Berhubung sudah berapa kali liat karya rally style om Yudho untuk Karimun Wagon R, jadi mau coba peruntungan kalau MPV 7-seater begini dia ubah begitu, hehehe,” canda Made.

Ditargetkan agar bisa cepat selesai, sang pemilik workshop yakni Yudho Handadi, tidak melakukan banyak perubahan. “Yang penting part-part esensial supaya sekilas dilihat, bisa langsung kelihatan genre relinya,” jelas Yudho.

Yang paling utama tentunya adalah bagian kaki-kaki. Karena kebetulan gaya rally khasnya adalah menghindari penggunaan diameter pelek besar untuk mengincar profil ban tebal. Karena ingin menjaga image juga jadi hal yang diperhatikan, tentu keaslian pelek sangat dicari. Akhirnya, pilihan pun jatuh pada Bridgestone Las Vegas.

“Sebenarnya kalau soal ukuran ini lebih kecil 1 inci dari pelek aslinya, tapi sedikit lebih lebar. Tujuannya supaya bisa memasukkan ban lebih tebal biar aura all terrain sedikit didapat,” jelas sang modifikator.

Kemudian, karet pelapis pelek dipilihkan Strada Achilles varian Dura Grip, yang terlihat gambot karena profil 175/80. Alhasil, ruang fender terlihat lebih penuh, bahkan tanpa menggunakan lowering kit sama sekali. Part plug and play yang sulit dicari pun akhirnya membuat sang modifikator memilih kepet yang dibuat custom dengan bahan polyurethane. Bagian depan pun dilengkapi pencuci lampu meski hanya bersifat aksesori. Untuk penutup, bagian depan dilengkapi dengan fog lamp custom dari Searcher.

Boleh dibilang, rally style gaya yang populer karena dua alasan yang jelas. Pertama, tidak diperlukan banyak ubahan agar terlihat proper. Kedua beda dengan racing atau stance, karena pemakaian harian sama sekali tidak terganggu.

Tergiur, tidak butuh waktu lama bagi Made Prasetya Gunarta untuk mengirim Astra Toyota Calya-nya ke rumah modifikasi. “Berhubung sudah berapa kali liat karya rally style om Yudho untuk Karimun Wagon R, jadi mau coba peruntungan kalau MPV 7-seater begini dia ubah begitu, hehehe,” canda Made.

Namun ditargetkan oleh sang punggawa agar cepat selesai, tentu Yudho Handadi, pemilik workshop Tristan Garage di Bekasi tidak bisa memberi banyak ubahan. “Yang penting part-part esensial supaya sekilas dilihat, bisa langsung kelihatan genre relinya,” jelas Yudho.

Nomor satu jelas adalah kaki-kaki. Kebetulan untuk gaya reli khasnya, adalah menghindari penggunaan diameter pelek besar untuk mengincar profil ban tebal. Berhubung jaga image juga jadi hal yang diperhatikan, tentu keaslian pelek sangat dicari. Akhirnya, pilihan pun jatuh pada Bridgestone Las Vegas.

“Sebenarnya kalau soal ukuran ini lebih kecil 1 inci dari pelek aslinya, tapi sedikit lebih lebar. Tujuannya supaya bisa memasukkan ban lebih tebal biar aura all terrain sedikit didapat,” jelas sang modifikator. 

Benar saja, akhirnya karet pelapis pelek dipilihkan Strada Achilles varian Dura Grip, yang terlihat gambot karena profil 175/80. Alhasil, ruang fender terlihat lebih penuh, bahkan tanpa menggunakan lowering kit sama sekali.

Berhubung masih sulit mencari part plug and play untuk si kembar Calya-Sigra ini, akhirnya soal kepet dibuatkan custom dengan bahan polyurethane. Bagian depan pun dilengkapi pencuci lampu meski hanya bersifat aksesori.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar